Rabu, 28 Januari 2015

PERAN RELAWAN DALAM PEMBANGUNGAN INDONESIA





“Kita tidak memerlukan kekuatan super untuk menjadi seorang relawan, Yang kita perlukan hanyalah hati yang ikhlas, penuh rasa cinta, dan semangat pengabdian” – Blog Korps Relawan Salam (Korsa).


Siapa yang tidak tahu ketika mendengar kata “relawan” ?Saya rasa semua orang pasti mengenali kata tersebut. Sebuah kata yang hanya terdiri dari 4 huruf konsonan dan 3 huruf vokal akan tetapi kaya arti. Dalam bayangan ini pun hanya tersirat akan seseorang yang rela bekerja tanpa dibayar, bekerja dengan mengatas namakan bendera sosial dan mengabdi kepada masyarakat. Alasan yang paling basi yang dilontarkan oleh para relawan adalah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Di jaman sekarang ini pun makin banyak sekali masyarakat yang berbondong – bondong mencari amal dari kegiatan yang menyenangkan ini. Hal yang dilakukan para relawan pun beragam, mulai dari membantu ketika datangnya bencana alam, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil yang entah mugkin tak tersentuh oleh  pemerintah sekitar. Entah apapun itu kegiatannya yang dilakukan oleh relawan, intinya adalah sesuatu yang dilakukan tanpa pamrih, penuh cinta dan pengabdian.

Sekolah Master Indonesia misalnya, sekolah yang dibangun pada tahun 2000 di sekitar Masjid dan Terminal Kota Depok oleh relawan yang luar biasa yaitu Bpk. Nurrohim  ini sudah banyak menghasilkan banyak bibit – bibit unggul. Beliau, pembina dan para pengajar di Sekolah Master ini berhasil mengubah status anak – anak jalanan yang sebelumnya dikenal dengan “sampah masyarakat” menjadi “bibit unggul masyarakat”. Menakjubkan bukan? Ditengah – tengah banyaknya masalah yang terjadi di Ibukota bahkan sudah menjadi masalah di seluruh Indonesia ini munculah seseorang yang berhati ikhlas, tanpa mengambil embel – embel kata “komersialisasi” di dalamnya beliau mampu mewujudkan itu semua.

Siapa yang sangkaakan terjadi seperti ini. Seseorang yang melewati batas status relawan, mungkin bisa dibilang relawan tingkat dewa. Beliau mampu mengurangi jumlah anak jalanan yang terdapat di kota Depok dan sekitarnya. Untuk kesekian kalinya saya mengatakan “menakjubkan bukan” ? Kebanggaan yang tercipta pun bukan sampai disini, beliau dan beberapa relawan yang membantu dalam yayasan ini telah mengubah pandangan para pelajar yang bersekolah di tempat tersebut dari pemikiran yang membutuhkan akan adanya kebebasan menjadi pemikiran yang akan diproses secara matang – matang.  Banyak pelajar di sekolah tersebut yang berhasil mendapatkan beasiswa di Universitas ternama di Indonesia bahkan sampai di mancanegara.

Beralih dari Sekolah Master Depok yang memiliki sejuta kejutan di dalamnya, terdapat pula sebuat organisasi yang sama, dimana sama – sama mencakup dunia pendidikan yang menjadi tempat berkumpulnya para relawan di seluruh Indonesia. Mereka menyebutnya “Gerakan 1000 Guru”. Organisasi ini adalah organisasi yang di bentuk oleh para relawan muda yang mengkhawatirkan akan buruknya pendidikan di Indonesia, baik dari segi sistem pengajaran sampai dengan infrastruktur yang terdapat di setiap sekolah – sekolah, khususnya di daerah terluar dan terpencil di Indonesia dengan cara mengajar, dan memperbaiki segala infrastruktur yang diperlukan.

Kedua contoh kecil dari beribu – ribu relawan atau kegiatan sosial yang terdapat di Indonesia ini bisa mewakili betapa pentingnya peran relawan dalam pembangunan Indonesia. Yang mereka berikan bukan sekedar bantuan semata, tapi juga bertugas memotivasi agar kehidupan sosial – ekonomi suatu daerah yang terkena musibah bisa hidup kembali. Mereka melakukan tanpa pamrih, dan tidak membutuhkan atasan untuk memerintah dirinya sendiri agar berbuat kebaikan.Lakukan yang kita bisa maka bergeraklah,  sesungguhnya dengan bergeraklah maka diri akan selalu hidup.



Salam,
Indah Ls

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Correct me if I am wrong :)