Minggu, 26 April 2015

Title Not Found

Suatu hari terdapat seorang laki-laki yang bernama Prior, ia hidup disebuah hutan di kota Bonn dengan ibu dan kedua adiknya. Semenjak ayahnya meninggal kehidupan Prior berubah. Ia tak mengetahui penyebab kematian ayahnya dan sejak itu ia bekerja di sebuah kebun kelapa sawit milik keluarga besar Jeanine. Jeanine adalah seorang gadis yang cantik dan putih. Ia juga teman Prior sejak kecil. Mereka selalu bermain bersama-sama. Tetapi ketika keluarga Prior jatuh miskin, ia menjauhi Prior.
Keluarga Jeanine adalah keluarga termahsyur nomer 3 di kota Bonn. Mereka pun dianggap cerdas dalam hal apapun, mulai dari berdagang, pendidikan dan hal-hal lainnya. Suatu hari terdapat sebuah sayembara dari sang raja. Sang Raja  berkata “ Selamat Pagi semua, Minggu depan aku  akan menyelenggarakan perlombaan, barang siapa yang bisa mengumpulkan Emas terbanyak di hutan terlarang, ia akan menjadi pemenang dalam perlombaan ini dan akan ku angkat menjadi asistenku! ”. Semua penghuni hutan termasuk  Prior dan Jeanine pun mendengar sayembara tersebut, dan tak disangka selama sayembara diumumkan, Prior menatap wajah Jeanine dengan sinis “Mengapa kau melihatku dengan cara seperti itu?” tanya Jeanine. “Tidak!” jawab Prior, “aku hanya bingung mengapa engkau akhir-akhir ini menjauhiku, apakah aku memiliki salah terhadapmu?”. “Salah?” sahut Jeanine, “kau pikir selama ini ayahmu berbuat apa terhadap ayahku?” . Prior terlihat bingung “Ayahku?? Memangnya apa yang salah dengan almarhum ayahku?”. Jeanine mengerutkan dahi dan berkata “Asal kau tahu, ayahmu lah yang menyebabkan kematian ayahku, dan keluarga ku lah yang menyebabkan atas kematian ayahmu”. “Ohhh,, jadi keluargamu yang menyebabkan kematian ayahku? Jahat sekali kau Jeanine!”. Jeanine tampak kesal “Hei, ini semua perbuatan ayahmu, ketika ayahmu sudah dipercaya menjadi pekerja tetap di kebun sawit milik keluargaku, ia malah mengkhianati keluarga kami dan membunuh ayahku!”. Prior pun tampak kebingungan dengan jawaban Jeanine dan berlari menuju rumah dengan penuh kekesalan atas jawaban teman kecilnya tersebut.
            “Knock knock knock, bu, buka pintunya” ujar Prior. “Apa yang terjaadi Prior?” sahut ibu Prior. “Kau tak perlu berbasa-basi, sebenarnya apa yang menyebabkan ayah meninggal?” Kemana ayahku bu?”. “Ayahmu meninggal nak, ketika sedang bekerja di kebun sawit” ujar Ibu Prior. “Ya aku mengerti, tapi apa yang menyebabkan ayahku mati?!” tanya Prior dengan kesal “Kau tak seperti biasanya bu, kau berbohong kepadaku, ayoo katakan yang sebenarnya bu.. Aku berhak tauu,, aku ini anak ayah. Aku berhak tau akan itu...” Tanya Prior kesal. “Baiklah, mari sini ikut dengan ibu” mereka berjalan ke ruang keluarga agar suasana meredam. “Sebenarnya ayahmu belum meninggal, ia dikutuk menjadi seekor katak oleh keluarga Jeanine dan ayahmu sekarang tinggal di Hutan terlarang, mereka menempatkan ayahmu disana nak” jawab Ibu. “Lalu bagaimana cara menghilangkan kutukan tersebut bu?” tanya Prior. “aku pun tidak tahu” jawab Ibu.
            1 minggu pun berlalu dan pelombaan pencarian emas pun dimulai, Prior, Jeanine dan beberapa warga yang lain pun antusias mengikuti perlombaan ini. Perlombaan yang penuh tantangan dan rintangan. Prior hanya dibekali sepotong roti dan satu liter susu kuda oleh ibunya. Ketika ditengah perjalanan, Prior menemukan Jeanine hampir terjatuh ke dalam jurang, Prior menolongnya sehingga Jeanine tidak terjatuh dan gagal dalam perlombaan ini. “Tolong jangan sentuh aku, aku tak butuh pertolonganmu” ujar Jeanine dan pergi melanjutkan perlombaan ini, Prior hanya tersenyum. Ketika peserta lain terlihat sudah menghasilkan beberapa emas, Prior tidak memikirkan hal itu. Ia hanya memikirkan bagaimana ia bisa bertemu ayahnya dan menghilangkan kutukannya. Hari kedua Prior pun semakin melangkah jauh dan belum menemukan jejak dimana ayahnya berada. “Tolonggg,, tolongg,,” Prior berlari mendekati sumber suara dan terlihat Jeanine sedang dihadapkan oleh seekor Ular berkepala Manusia. Prior menolongnya dan membawanya pulang kerumah. Beberapa kali Prior menolong Jeanine, akan tetapi Jeanine tidak pernah peduli akan itu, yang ia tahu hanyalah bahwa ayah Prior jahat, begitu juga Prior.
Beberapa hari kemudian, Prior terlihat lelah, semua bekal yang dibawakan oleh ibunya pun telah habis, ia mulai merasakan lapar dan kelehahan. Ia bingung kemana lagi harus mencari sang ayah. Ia mulai terlihat pasrah dan berteriak “ayah, dimana engkau? aku rindu ayahhhh,,,” petir pun bergema sebannyak 3 kali.. “Ayahhh.. dimana engkau berada?.. aku sangat rindu..” petir pun kembali bergema sebanyak 3 kali.. “Ayahhhhh,, dimana engkauuuu? Aku sangat sangat rindu..” ujar Prior. Tiba-tiba seseorang mendatangi Prior dan berkata “kau itu sangat bodoh Prior! alam menjawab semua pertanyaannmu”. Seseorang tersebut pun langsung mengajak Prior ke kanan hutan, dan disana mereka bertemu dengan banyak katak. Ia bingung, katak manakah yang merupakan ayah Prior.
“Apakah kau ingin menemui ayahmu?” tanya seseorang tersebut.
“Tentu saja” jawab Prior.
Seseorang tersebut langsung membawa Prior ke dalam sebuah Gua dan berkata “Abrakidibri, abrakadobrii” muncullah Ayah Prior dan langsung memeluk erat Prior.
“Bagaimana engkau mengetahui bahwa ayahku disini?”
“Aku adalah kakak Jeanine, aku melihat usahamu untuk menyelamatkan adikku selama di hutan. Aku berterimakasih padamu akan itu dan aku lepaskan ayahmu”. Jawab Kakak Jeanine.
Semenjak penjelasann tersebut ayah Prior meminta maaf dan takan mengulangi keslahan tersebut. Dan jika mereka masih hidup sampai sekarang. Mereka akan hidup bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Correct me if I am wrong :)